Friday, February 28, 2014
Saturday, February 22, 2014
WHY NO TRANSPARENT IN THIS CLAUSE..........??? BLOOD SUCKING & MAKING PEOPLE SUFFER AGENCY--TNB MUST EXPLAIN...
PERWAJA HOLDINGS BERHAD
| Type | Announcement |
| Subject | OTHERS |
| Description | PERWAJA HOLDINGS BERHAD (“PHB” OR “THE COMPANY”) -Settlement Agreement with Tenaga Nasional Berhad |
The
Company wishes to further announce that PSSB has also signed a
Supplemental Agreement dated 18 February 2014, which is supplemental to
the Electricity Supply Agreement
dated 21 July 1990 made between PSSB and TNB (“the Principal
Agreement”), for the reconnection and future supply of electricity to
PSSB’s manufacturing facilities located at Kawasan Perindustrian Telok
Kalong, 24007 Kemaman, Terengganu and to amend the Principal Agreement in the manner set out in the Supplemental Agreement.
The terms and conditions of the aforesaid
Agreements are governed by a confidentiality
clause.
The
TNB Settlement Agreement is an important milestone in reviving PSSB’s
operations and is part of the group’s plan to restructure its financial
position and indebtedness under a regularisation plan required by Bursa
Malaysia Securities Berhad as a PN17 company. Moving
forward, PHB will continue with its on-going discussions with other
creditors of PSSB including the financial institutions, to finalise a
restructuring scheme that is acceptable to all parties, which will lead
to improvement of operations for PHB and PHB ceasing to be a PN 17
company.
This announcement is dated 19 February 2014.
http://www.bursamalaysia.com/market/listed-companies/company-announcements/1543001
| |
INSAS HAS A GOOD FINANCIAL RESULT
http://www.bursamalaysia.com/market/listed-companies/company-announcements/1545717
SUMMARY OF KEY FINANCIAL INFORMATION
31/12/2013
INDIVIDUAL PERIOD
|
CUMULATIVE PERIOD
| ||||
CURRENT YEAR QUARTER
|
PRECEDING YEAR
CORRESPONDING QUARTER |
CURRENT YEAR TO DATE
|
PRECEDING YEAR
CORRESPONDING PERIOD | ||
31/12/2013
|
31/12/2012
|
31/12/2013
|
31/12/2012
| ||
$$'000
|
$$'000
|
$$'000
|
$$'000
| ||
| 1 | Revenue |
80,670
|
47,692
|
153,164
|
111,331
|
| 2 | Profit/(loss) before tax |
42,280
|
31,645
|
103,827
|
61,852
|
| 3 | Profit/(loss) for the period |
41,126
|
30,353
|
100,801
|
60,543
|
| 4 | Profit/(loss) attributable to ordinary equity holders of the parent |
40,923
|
30,422
|
100,323
|
60,722
|
| 5 | Basic earnings/(loss) per share (Subunit) |
6.20
|
4.53
|
15.07
|
8.92
|
| 6 | Proposed/Declared dividend per share (Subunit) |
0.00
|
0.00
|
1.00
|
1.30
|
AS AT END OF CURRENT QUARTER
|
AS AT PRECEDING FINANCIAL YEAR END
| ||||
| 7 | Net assets per share attributable to ordinary equity holders of the parent ($$) |
1.7100
|
1.5400
| ||
Friday, February 21, 2014
飆車黨----MAT REMPIT ADALAH KAWAN UMNOK DAN BN, DIIZIN BERMAHARAJALELA?????

不要連累警方啦~
華裔男子情人節載太太歡慶後歸途中,遭飆車黨夾道追逐以石頭攻擊砸車鏡,最終受召而來協助的雙溪大年志工團團員轎車,也被踢中凹陷!
45歲張姓男子表示,他先被飆車黨以石頭攻擊後大鏡後,心生恐懼,本能反應必是猛踩油門逃生,在混亂的夾道追逐過程中,與飆車黨的摩哆車因互相摩擦而導致對方翻覆。
他說,在追逐當兒,他經撥電向志工團求助,在志工團團員勸告下,他駛往大路準備往雙溪大年警察局,不料一駛入巨人霸級市場附近的道路,超過10輛加入追逐他的行列,右側車鏡更遭磚塊砸穿,掉在車內。
之後,飆車黨再攻擊擋風鏡,共遭3次破壞。
“我只能說對他們的行為感到恐懼,甚至事過數日依然提心吊膽;最讓他感到過意不去的是,連前來給我協助的志工團團員的轎車,也遭攻擊。”
Tuesday, February 18, 2014
IN FACT, IOI, TOP GLOVE, ESPECIALLY INSAS SHOULD TAKE OVER THIS COMPANY AND PENETRATE NORTHER MARKET.......... VERY CHEAP ENTRY!!!!!!!!!!!!!!!!!
LUSTER IS COMING?????????
If luster can break .11 cts, then the wave is coming......
THIS COUNTER IS CHEAP AND CAN EASILY BE TAKEN OVER......
IF YOU ARE RICH OR YOU ARE CHINA-BASE COMPANIES .......
WANT TO GET INTO MALAYSIA MARKET, YOU CAN TAKE OVER THIS
COMPANY EASILY AND CHEAP ENTRY.
IN FACT, IOI, TOP GLOVE, ESPECIALLY INSAS SHOULD TAKE OVER THIS COMPANY AND
PENETRATE NORTHER MARKET..........
VERY CHEAP AND PROFITABLE COMPANY--BEST BUY FOR RICH MAN
TIME TO CONTROL THIS CHEAP-CHEAP COMPANY...............DON'T MISS
THIS GOLDEN OPPORTUNITY.......
WHEN YOU EARN MORE......BE RICHER.....
TREAT..... ME A CUP OF COFFEE.............
GOOD BUY FOR RICH AND MUST TAKE THE CHANCE TO CONTROL THE COMPANY PLUS MANY SUBSIDIARIES!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
USE RM 20---50 MILLION....YOU CAN CONTROL THIS COMPANY EASILY..................
If luster can break .11 cts, then the wave is coming......
THIS COUNTER IS CHEAP AND CAN EASILY BE TAKEN OVER......
IF YOU ARE RICH OR YOU ARE CHINA-BASE COMPANIES .......
WANT TO GET INTO MALAYSIA MARKET, YOU CAN TAKE OVER THIS
COMPANY EASILY AND CHEAP ENTRY.
IN FACT, IOI, TOP GLOVE, ESPECIALLY INSAS SHOULD TAKE OVER THIS COMPANY AND
PENETRATE NORTHER MARKET..........
VERY CHEAP AND PROFITABLE COMPANY--BEST BUY FOR RICH MAN
TIME TO CONTROL THIS CHEAP-CHEAP COMPANY...............DON'T MISS
THIS GOLDEN OPPORTUNITY.......
WHEN YOU EARN MORE......BE RICHER.....
TREAT..... ME A CUP OF COFFEE.............
GOOD BUY FOR RICH AND MUST TAKE THE CHANCE TO CONTROL THE COMPANY PLUS MANY SUBSIDIARIES!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
USE RM 20---50 MILLION....YOU CAN CONTROL THIS COMPANY EASILY..................
seniman yang berbenak jahat
Metrotvnews.com, Jakarta: RW (22), korban pelecehan
seksual yang diduga dilakukan penyair kondang SS, mengaku pertama kali
melakukan hubungan badan dengan SS pada Maret 2013.
Mereka bertemu sejak Desember 2012. Awalnya, kata Kuasa Hukum RW, Iwan Pangka, keduanya bertemu dalam satu acara teater di Kampus UI. Korban merupakan panitia acara dan liaison officer (LO) untuk SS yang menjadi juri di acara itu. "Jadi, saat itu ada komunikasi antara korban RW dengan SS," tambah Iwan.
Keduanya makin dekat pada Maret 2013. Iwan menuturkan, saat itu korban menghadap SS untuk membicarakan mengenai tugas penelitian tentang sastra. Namun, kata Iwan, kesempatan itu malah digunakan SS untuk merayu RW.
"RW melihat SS adalah sastrawan yang punya nama besar. Dan tidak ada anggapan dari RW bahwa ia akan diperlakukan tidak menyenangkan," kata Iwan. Namun, belum ada pelecehan yang dilakukan SS pada saat itu.
Keduanya bertemu kembali beberapa hari setelah membicarakan tugas penelitian sastra masih pada Maret 2013. Pada pertemuan kali ini, korban mengaku diajak ke gedung tempat komunitas sastra berkumpul di Pasar Minggu, Jakarta. Bukannya ke gedung sastra, SS malah membawa korban ke kamar kontrakannya.
"Kemudian RW dibawa masuk kamar, kemudian pintu dikunci. Menurut pengakuan RW, ia sempat ditawari vodka oleh SS, tetapi RW menolak. Kemudian terjadilan hal itu," kata Kuasa Hukum RW, Iwan Pangka, di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (29/11).
Setelah kejadian itu, korban dijebak berkali-kali. Iwan menambahkan, SS juga mengintimidasi korban dengan menerornya. "Seolah-olah anak ini yang butuh. Jika korban tidak menghubungi SS, maka diteror," terangnya.
Menurut Iwan, korban sempat menutup diri hingga akhirnya buka suara karena didukung oleh sejumlah pihak seperti dosen, kerabat, dan Komisi Nasional Perlindungan Perempuan, untuk melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.
Editor: Afwan Albasit
Mereka bertemu sejak Desember 2012. Awalnya, kata Kuasa Hukum RW, Iwan Pangka, keduanya bertemu dalam satu acara teater di Kampus UI. Korban merupakan panitia acara dan liaison officer (LO) untuk SS yang menjadi juri di acara itu. "Jadi, saat itu ada komunikasi antara korban RW dengan SS," tambah Iwan.
Keduanya makin dekat pada Maret 2013. Iwan menuturkan, saat itu korban menghadap SS untuk membicarakan mengenai tugas penelitian tentang sastra. Namun, kata Iwan, kesempatan itu malah digunakan SS untuk merayu RW.
"RW melihat SS adalah sastrawan yang punya nama besar. Dan tidak ada anggapan dari RW bahwa ia akan diperlakukan tidak menyenangkan," kata Iwan. Namun, belum ada pelecehan yang dilakukan SS pada saat itu.
Keduanya bertemu kembali beberapa hari setelah membicarakan tugas penelitian sastra masih pada Maret 2013. Pada pertemuan kali ini, korban mengaku diajak ke gedung tempat komunitas sastra berkumpul di Pasar Minggu, Jakarta. Bukannya ke gedung sastra, SS malah membawa korban ke kamar kontrakannya.
"Kemudian RW dibawa masuk kamar, kemudian pintu dikunci. Menurut pengakuan RW, ia sempat ditawari vodka oleh SS, tetapi RW menolak. Kemudian terjadilan hal itu," kata Kuasa Hukum RW, Iwan Pangka, di Markas Polda Metro Jaya, Jumat (29/11).
Setelah kejadian itu, korban dijebak berkali-kali. Iwan menambahkan, SS juga mengintimidasi korban dengan menerornya. "Seolah-olah anak ini yang butuh. Jika korban tidak menghubungi SS, maka diteror," terangnya.
Menurut Iwan, korban sempat menutup diri hingga akhirnya buka suara karena didukung oleh sejumlah pihak seperti dosen, kerabat, dan Komisi Nasional Perlindungan Perempuan, untuk melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.
Editor: Afwan Albasit
“Skandal Sitok Srengenge”
Senin, 09/12/2013 08:07 WIB
Skandal Sitok Srengenge
Tragedi Mahasiswi di Kos Penyair Sitok
PASTI LIBERTI MAPPAPA - detikNews
Jakarta - Penyair Sitok Srengenge menjamu tiga tamunya di kompleks Komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada 12 Desember 2012. Dua perempuan dan satu lelaki yang menemuinya di tempat pameran dan pergelaran kebudayaan itu adalah panitia festival teater Petang Kreatif Universitas Indonesia.
Ketiga mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya itu meminta Sitok menjadi juri dalam acara yang digelar tiga hari setelahnya. Satu dari mereka adalah seorang mahasiswi yang sekitar setahun setelah pertemuan itu melaporkan Sitok ke polisi dengan tudingan pemerkosaan.
Dalam pertemuan di Salihara itu, Sitok menyanggupi permintaan menjadi juri. Lantas mahasiswi tadilah yang ditugasi menjadi penghubung antara panitia dan kurator teater Salihara itu. “Sebagai penghubung, jadi hubungannya harus langsung dan lebih sering dibanding panitia lain,” kata Pratinida Sekar, teman sekampus mahasiswi yang melaporkan Sitok itu, dalam fokus majalah detik edisi 106.
Pada Maret 2013, mahasiswi UI itu mulai menseriusi penyusunan skripsi. Jika dia ingin lulus dalam empat tahun, tenggat yang dikejarnya adalah wisuda pada Agustus 2013.
SENIMAN ATAU BUDAYAWAN YANG JAHAT
Sikap BEM FIB UI Terhadap Kasus Mahasiswi FIB UI dan Sitok Srengenge
Menyoal musibah yang menimpa salah satu keluarga kami, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (BEM FIB UI) dengan ini ingin meluruskan informasi yang saat ini berkembang secara luas. Tulisan ini kami susun berdasarkan keterangan dari pengacara korban dan beberapa alumni yang terlibat dalam gerakan ini.
Salah seorang mahasiswi FIB UI menjadi korban pemerkosaan secara halus denganintimidasi mental oleh seorang seniman bernama Sitok Srengenge. Desember 2012, ia kenal dengan Sitok sebagai juri salah satu acara melalui hubungan kerja. Maret 2013, Sitok menghubungi korban yang pada saat itu tengah mengerjakan tugas akhir mengenai penelitiaan kebudayaan. Posisi Sitok sebagai seniman membuatnya berkomunikasi lagi dengan modus membantu pengerjaan tugas tersebut. Sitok mengondisikan dengan berbagai alasan yang ternama sehingga pertemuan berlangsung di kos. Pada kesempatan itulah awalnya Sitok melakukan pelecehan seksual (secara rabaan) secara paksa terhadap korban. Perlu diketahui, korban dikenal sebagai perempuan baik-baik nan lugu yang bahkan belum pernah berpacaran. Ia juga memiliki trauma masa lalu yang membuatnya mudah terpuruk ketika mendapat tekanan. Ketika mendapatkan pelecehan seksual secara paksa, korban mengalami ketakutan dan trauma yang sangat dalam.
Setelah kejadian, Sitok kembali menghubungi korban. Meski tidak dibalas, tetapi Sitok terus menerus melakukan “teror”. Korban yang sedang dalam kondisi terpuruk tidak punya pilihan selain berusaha untuk mengakhiri dengan bertemu langsung. Namun, dalam kesempatan tersebut pelecehan seksual meningkat statusnya menjadi pemerkosaan dengan intimidasi mental. Setelah itu, pemerkosaan dilakukan berulangkali dengan modus yang sama (tekanan mental dan rayuan menjebak).
Beberapa bulan kemudian korban diketahui hamil 4 bulan. Dalam kondisi kebingungan dan hilang arah, korban bercerita kepada salah satu alumni yang juga teman dekatnya. Alumni dan beberapa orang teman selama tiga bulan berusaha menelusuri kejadian sebenarnya. Hal ini berjalan sulit karena trauma korban yang sangat dalam. Belakangan diketahui bahwa korban sempat melakukan beberapa kali percobaan bunuh diri yang berakhir gagal. Sitok berkali-kali sulit dihubungi. Ketika dapat dihubungi, jawaban dari Sitok kira-kira adalah permintaan diam dan larangan menyebarkan informasi karena akan merusak nama baik Sitok.
Berdasarkan hal-hal di atas, BEM FIB UI mendukung korban yang masih menjadi bagian dari keluarga besar mahasiswa FIB UI. Perlakuan tidak pantas dan patut diduga sebagai perbuatan pidana asusila serta sikap tidak bertanggungjawab yang dilakukan oleh Sitok karena melukai moral, hak perempuan, masyarakat seni budaya, dan integritas pelaku sebagai seorang seniman yang sejatinya menjadi teladan dan paham akan budaya Indonesia. Kami mendukung segala bentuk perlawanan yang dilakukan oleh korban sebagai gerakan moral penyadaraan agar tidak ada lagi korban dari kasus serupa di kemudian hari. Sebagai informasi, selain korban juga ada beberapa orang lain yang didekati oleh Sitok dengan modus yang sama. Di luar sana, entah siapa lagi yang menjadi korban Sitok dan orang-orang yang berperilaku serupa?
Menjawab pertanyaan beberapa pihak yang menanyakan laporan setelah 7 bulan, ada beberapa hal yang harus kembali kami tekankan. Pertama, korban mengalami trauma yang sangat dalam dan hampir tidak dapat berkomunikasi dengan baik karena keadaan psikologis yang sudah lemah sejak awal. Korban baru dapat bercerita setelah dorongan selama tiga bulan dari teman dan keluarga. Sitok begitu hebat dan sadisnya mampu membungkam korban hingga trauma. Kedua, secara tegas ini adalah perbuatan asusila, bukan sekadar perbuatan tidak menyenangkan. UU di negeri ini belum cukup kuat untuk melindungi hak perempuan yang terlukai. Ketiga, secara norma, perbuatan ini telah melampaui batas, seorang seniman yang telah berumur melakukan pemerkosaan dengan kekerasan mental kepada perempuan yang seumur dengan anaknya dan melanggar batas norma adat ketimuran.
Terakhir, kami ingin mengajak seluruh mahasiswa untuk mendukung korban yang masih merupakan bagian dari keluarga di kampus dan menuntut Sitok Srengenge untuk bertanggungjawab. Fokus kita bukanlah pada identitas korban, tetapi pada kejahatan pelaku. Ini adalah gerakan moral untuk menyadarkan pelaku dan beberapa budayawan lain yang mempunyai perilaku sama. Ini juga merupakan gerakan untuk menghindari perilaku kekerasan terhadap kaum perempuan yang masih sering terjadi di negeri ini. Ini adalah gerakan untuk melawan tindakan yang berlawanan dengan intektualitas kita. Ini adalah saat kita untuk bicara kebenaran.
Badan Eksekutif Mahasiswa FIB UI
Subscribe to:
Posts (Atom)

















